Parah, Scammer mencoba memanfaatkan kesuksesan ICO Telegram

ico telegram

Sejak munculnya initial coin offering, salah satu tantangan yang dihadapi dalam ruang kripto adalah penipuan. Scammers melayang-layang di seputar ICO populer dan kini mereka kembali datang di penjualan ICO Telegram yang sangat popular.

Pada bulan Januari, beberapa situs “phishing” muncul setelah dokumen teknis Telegram Open Network bocor. Situs-situs palsu memanfaatkan ledakan yang dialami ICO Telegram.

Telegram mengumumkan pekan lalu bahwa perusahaan tersebut memulai penjualan ICO di putaran kedua, dimana pada putaran pertama mereka telah berhasil mendapatkan untung sekitar $850 juta dalam waktu singkat.

Menariknya, satu set situs web lainnya telah muncul, mengklaim dirinya sebagai situs ICO Telegram dimana investor dapat membeli token TON dengan Bitcoin, Litecoin dan Ethereum. Salah satu situs tersebut adalah telegramfoundation.org. Meskipun situs ini tampaknya telah mati, tidak jelas apakah penipu tersebut mematikan situsnya, walaupun mungkin saja situs tersebut dimatikan oleh perusahaan hosting, setelah ada berita terkait penipuan. Situs penipu itu terdaftar pada tanggal 12 Februari, dengan waktu yang berdekatan saat penjualan ico Telegram dimulai.

Baca juga : Pasar Koin Menunjukkan Tanda Positif Terhadap Bitcoin

Situs lain yaitu telegram-ico.org yang tampaknya dibuat di Rusia. Dimana Akun Twitter situs scam, Telegram ICO (TON) telah memiliki lebih dari 400 pengikut dan mempromosikan dompet ethereum palsu yang tidak terkait dengan ICO Telegram asli.

Meskipun Telegram belum membuat komentar terbaru mengenai serangkaian situs scam yang menyamar sebagai ICO mereka, CEO dan pendiri perusahaan tersebut, Pavel Durov pada awal tahun ini mengatakan bahwa investor harus bergabung pada saluran Telegram resmi milik mereka untuk informasi yang lebih akurat. Dia menambahkan bahwa informasi dari sumber lain yang tidak ditemukan di saluran Telegram resmi kemungkinan besar scam.

Beberapa hari setelah penjualan private, beberapa email spam palsu dikirim ke banyak orang di komunitas kripto yang mengiklankan ICO Telegram. Investor yang memiliki pengetahuan tentang ICO sudah pasti mengetahui bahwa Telegram hanya mengumumkan penjualan private dan bahkan tidak mengakui semua kelas investor.

Tidak mengherankan kalau ICO Telegram adalah target penipuan yang begitu banyak. Scammers diketahui ingin memanfaatkan kerumunan orang yang memanfaatkan buzz di sekitar mereka, namun, dengan due diligence, investor dapat menghindari kerugian. Misalnya, semua situs scam dan akun Twitter terdaftar pada bulan Januari atau Februari. Perusahaan biasanya mendaftarkan situs mereka beberapa bulan sebelum ICO mereka diumumkan

Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu Di Indodax Atau Di Binance Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian ikuti panduan cara jual disini.

Be the first to comment on "Parah, Scammer mencoba memanfaatkan kesuksesan ICO Telegram"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*