Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu di BINANCE Atau BYBIT Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian anda bisa jual disini.
SWISS, Dua pejabat tinggi Amerika Serikat, yaitu Sekretaris Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, dijadwalkan terbang ke Swiss akhir pekan ini untuk melakukan pertemuan penting dengan delegasi China. Pertemuan ini dianggap sebagai upaya diplomatik paling serius antara kedua negara sejak Presiden Donald Trump menaikkan tarif impor terhadap China bulan lalu.
Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, dan akan menjadi momen penting dalam hubungan dagang dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Dalam wawancara dengan Fox News, Scott Bessent menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk meredakan ketegangan yang selama ini memanas akibat perang tarif.
“Kami punya kepentingan bersama,” kata Bessent. “Perang tarif seperti sekarang tidak bisa terus berlangsung, apalagi bagi China. Tarif sebesar 145 persen itu bisa dibilang sudah seperti embargo. Kami tidak ingin terpisah, yang kami inginkan adalah perdagangan yang adil.”
Tarif Tinggi dan Ketegangan Memuncak
Presiden Trump sebelumnya menaikkan tarif impor terhadap barang-barang dari China hingga 145 persen. Kebijakan ini langsung membuat Beijing merespons dengan langkah balasan. Di saat yang sama, Trump justru menurunkan tarif terhadap beberapa mitra dagang lain, sehingga secara tidak langsung mengisolasi China dalam sistem perdagangan global.
Langkah ini membuat pasar sempat bergejolak, namun kabar pertemuan di Swiss membuat pasar saham AS kembali bangkit. Indeks saham AS yang sebelumnya turun langsung melonjak tajam begitu informasi mengenai pembicaraan langsung ini menyebar di kalangan investor.
China Kirim Wakil Perdana Menteri
Dari pihak China, yang akan memimpin delegasi adalah Wakil Perdana Menteri He Lifeng, tokoh penting dalam hubungan ekonomi luar negeri China. Ia akan duduk langsung bersama Bessent untuk membahas berbagai isu, dari perdagangan hingga stabilitas ekonomi global.
Scott Bessent menekankan bahwa keamanan ekonomi adalah bagian dari keamanan nasional AS, dan menegaskan bahwa pemerintahan Trump sedang bekerja keras untuk menciptakan sistem perdagangan internasional yang lebih adil dan menguntungkan bagi Amerika.
“Kami ingin menyeimbangkan sistem ekonomi global agar lebih mendukung kepentingan AS,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Pertemuan Juga Libatkan Presiden Swiss
Selain perwakilan dari AS dan China, Presiden Swiss Karin Keller-Sutter juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut. Diharapkan kehadiran Swiss sebagai negara netral bisa membantu mencairkan suasana dan mendukung diskusi yang konstruktif.
Jamieson Greer, perwakilan perdagangan AS, juga mengonfirmasi bahwa ia akan bertemu langsung dengan mitra dagangnya dari China di Jenewa. “Atas arahan Presiden Trump, kami sedang berusaha menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan, membuka pasar baru, dan melindungi keamanan ekonomi serta nasional AS,” kata Jamieson.
Selain itu, Jamieson juga akan menyempatkan waktu untuk bertemu dengan timnya yang berbasis di Jenewa. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap kerja keras timnya yang terus memperjuangkan kepentingan AS dalam forum internasional.
Trump: “Mereka yang Butuh Kesepakatan, Bukan Kami”
Presiden Trump sendiri menanggapi situasi ini dengan percaya diri. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa pihak China telah menghubungi AS untuk melanjutkan dialog.
“Mereka ingin bernegosiasi, dan kami akan bertemu di waktu yang tepat,” ujarnya. Trump juga sempat menyindir kritik yang menuntut hasil instan dari perundingan perdagangan ini. “Semua orang bertanya, kapan kamu akan menandatangani kesepakatan? Tapi kenyataannya, kami tidak butuh buru-buru. Mereka yang butuh pasar kami.”
Trump tetap pada pendiriannya bahwa kesepakatan dagang harus menguntungkan bagi AS, dan menolak tekanan dari pihak-pihak yang ingin kompromi cepat.
Isyarat Positif Meski Jalan Masih Panjang
Situasi di Washington memang sedang panas, dengan banyak kritik datang dari industri dalam negeri yang terkena dampak tarif tinggi. Namun pemerintahan Trump tetap pada strateginya: keras terhadap China, sambil membuka pintu negosiasi dengan negara lain.
Sebelum pertemuan akhir pekan ini diumumkan, Scott Bessent sempat berbicara dalam sidang subkomite DPR, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada negosiasi aktif dengan China. Artinya, pertemuan di Swiss adalah titik balik penting.
Walau belum tentu menghasilkan kesepakatan langsung, pembicaraan ini menjadi sinyal bahwa kedua negara akhirnya mulai berbicara lagi secara langsung — setelah lama hanya saling serang lewat kebijakan.
Ikut Google News dan Join Telegram Informasi | Diskusi Cryptocurrency












