Akhirnya Korea Melarang ICO, Betulkah?

Pada tanggal 29 September, Layanan Keuangan Korea Selatan (FSC) mengumumkan larangan atas semua bentuk penawaran koin awal terlepas dari teknologi atau terminologi yang digunakan. Alasan FSC bahwa ICO terlalu spekulatif dan tidak stabil dan ingin melindungi investor dari penipuan dan manipulasi pasar. Selanjutnya, FSC akan terus membahas peraturan mengenai kripto yang mapan, kemungkinan membatasi (tidak melarang) perdagangan mata uang virtual di masa depan. Serupa dengan China, Korea khawatir ICO dapat digunakan untuk tujuan ilegal, seperti mendirikan situs perjudian baru dan mempromosikan skema Ponzi.

Berbeda dengan larangan ICO China, peraturan Korea yang baru hampir tidak mempengaruhi harga dan volume Bitcoin. BTC / USD mencelupkan hanya 4% sebelum terus naik dan tetap populer di kalangan orang Korea. Menurut CryptoCompare, pasangan KRW / BTC saat ini merupakan sekitar 9% dari volume perdagangan Bitcoin. Investor Korea yang ingin berpartisipasi dalam ICO luar negeri masih bisa melakukannya; undang-undang baru hanya berlaku untuk permulaan rumah tangga.

Meskipun larangan penjualan token dari satu negara tidak boleh mempengaruhi cryptocurrencies secara signifikan, beberapa negara mempertimbangkan peraturan yang melibatkan model start-up baru. Financial Market Supervisory Authority (FINMA) saat ini sedang menyelidiki kegiatan ilegal yang melibatkan ICO, bagaimana undang-undang perbankan berlaku untuk mereka dan bagaimana penggunaannya sebagai kendaraan investasi. Selain itu, Monetary Authority of Singapore  (MAS) akan mendefinisikan kembali apa yang termasuk dalam Securities and Futures Act. MAS sedang membahas bagaimana menangani ICO yang terlibat dengan pencucian uang dan bagaimana cryptocurrency sesuai dengan definisi keamanan.

Meskipun tidak ada yang dapat secara akurat memprediksi bagaimana peraturan baru akan mempengaruhi Bitcoin dan cryptocurrencies, pengawasan atas penjualan token benar-benar dapat menguntungkan pengembangan kripto-kripto baru. Larangan lengkap ICO akan sangat menghambat teknologi baru yang muncul namun pengawasan akan membantu mencegah penipuan dari permukaan dan dapat menyebabkan penjualan token yang sah untuk mendapatkan popularitas.

Undang-undang baru mungkin bisa membantu investor yang kurang paham teknologis untuk membedakan antara skema Ponzi dan teknologi inovatif. Meskipun larangan ICO dari China dan Korea mungkin sedikit ekstrim, peraturan moderat dari negara lain dapat memperluas komunitas kriptocurrency untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.

Be the first to comment on "Akhirnya Korea Melarang ICO, Betulkah?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*