Perbedaan Trading Dan Investasi Kripto Serta Kelemahannya

Perbedaan Trading Dan Investasi
Tak perlu jago trading, Cukup trading di BybitGlobal Anda akan profit! Yuk Register sekarang Bonus $20 menanti anda. Plus, sebuah kartu hadiah senilai hingga $500 menanti!

Munculnya aset kripto semakin menarik minat orang untuk berdagang dan berinvestasi. Namun ada perbedaan trading dan investasi di cryptocurrency yang harus dipahami agar tidak terjerat, apa lagi nanti anda akan merugi.

Sama seperti transaksi bisnis di pasar modal, perdagangan aset kripto melibatkan dua pengguna, yaitu pedagang dan investor. Meskipun aktivitas trading dan investasi memiliki tujuan yang sama untuk menghasilkan keuntungan, keduanya pada dasarnya sangat berbeda.

Perbedaan Trading Dan Investasi Kripto

Apa perbedaan antara perdagangan dan investasi dalam cryptocurrency?

1. Dilihat Tujuan Investasi dan Trading Kripto

Berinvestasi secara umum adalah kegiatan membeli aset kripto untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama, dan aset tersebut ditempatkan begitu saja. Tidak seperti perdagangan, yang memanfaatkan volatilitas pasar untuk membeli dan menjual aset kripto dalam waktu yang cukup singkat.

Perbedaan antara investasi dan perdagangan bukan hanya tentang menghasilkan keuntungan. Ada empat faktor lain yang membandingkan perdagangan dan investasi.

2. Durasi waktu untuk menyimpan aset

Karena berinvestasi dalam aset kripto biasanya memiliki arah jangka panjang, oleh karena itu, seorang investor akan bertaruh pada kekuatan aset kripto jangka panjang saat berinvestasi dalam koin itu.

Investor akan memegang aset kripto untuk jangka waktu yang lama dengan tujuan menjualnya dan menghasilkan keuntungan ditahun-tahun yang akan datang.

Oleh karena itu, investor harus mempertimbangkan dengan cermat jenis aset kripto yang sesuai dan sesuai dengan arah investasi. Karena transaksi pasar aset kripto lebih pendek dari pada pasar saham.

Baca juga :   Zcash Lakukan Pembaruan Terbaru Dengan Zcash Versi 1.1.1

Selanjutnya, pasar aset kripto memiliki sifat yang lebih fluktuatif, yang berarti aset dapat mengalami tren naik dan tren turun dalam waktu singkat.

Berbeda dengan trading, yang waktunya lebih pendek dan bergantung pada pergerakan harga. Pedagang semakin berkonsentrasi pada pergerakan harga selama periode waktu tertentu, seperti per jam atau harian di pasar perdagangan aset kripto.

Arah dasar seorang pedagang adalah membeli aset kripto saat harga rendah dan menjualnya saat harga lebih tinggi di menit, jam, hari, atau minggu berikutnya.

Volatilitas adalah bagian utama yang perlu diperhatikan saat trading, karena harga perlu memiliki pergerakan yang signifikan bagi trader untuk mengantongi keuntungan.

3. Risiko yang bakalan dihadapi

Aset kripto sering dianggap sebagai investasi paling berisiko dibandingkan dengan jenis investasi lain karena volatilitas harga yang ekstrem.

Gagasan tentang risiko cukup mudah untuk dipahami, tetapi perlu diimbangi dengan pemahaman tentang kekuatan pendapatan dibandingkan dengan risiko yang Anda ambil.

Berinvestasi dalam aset kripto dianggap kurang berisiko dibandingkan dengan trading. Karena investor hanya memegang aset kripto mereka dan tidak terlalu peduli dengan volatilitas harga harian. Fluktuasi harian nilai aset tidak terlalu mempengaruhi investasi dalam jangka panjang.

Selain itu, pedagang sering terlibat dalam perdagangan margin, yaitu sebagai praktik meminjamkan dana dari pihak ketiga untuk memperdagangkan aset kripto.

Baca juga :   Resiko Investasi Cryptocurrency Patut Diperhatikan Investor

Perdagangan margin dapat menjadi risiko yang signifikan dalam perdagangan, terutama jika pedagang mengalami kerugian hingga tidak dapat mengembalikan dana.

Kelemahan Trading Dan Investasi Kripto

Jadi apa kelemahan dari trading dan investasi dalam cryptocurrency? Jawabannya rawan penipuan.

Peraturan terbatas, penolakan otoritas keuangan di beberapa negara, kehadiran aset dan agen digital, menjadikan perdagangan dan investasi dalam mata uang kripto sebagai risiko penipuan.

Selain itu, jenis aset kripto sangat beragam. Di Turki, investor kripto kehilangan uang sekitar Rp 29 triliun karena salah memilih pedagang aset kripto.

Sebagai bentuk respon dan pencegahan terhadap permasalahan keamanan yang terjadi dalam perdagangan aset kripto, Kementerian Perdagangan RI melalui BAPPEBTI telah memberikan kejelasan hukum mengenai ketentuan perdagangan aset kripto sebagaimana diatur dalam Permendag Bappebti No. tujuh tahun 2020. Regulasi lain masih dikembangkan untuk membuat investasi kripto lebih aman bagi warga indonesia.

Terlepas dari kelemahan perdagangan dan investasi dalam kripto, penilaian dan keputusan tetap berada di tangan pribadi. Oleh karena itu, wawasan, pengetahuan, dan kebijakan diperlukan untuk memimpin dan memutuskan eksposur aset kripto dalam portofolio investasi Anda.

Join Telegram Informasi | Diskusi Cryptocurrency

Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu di Binance Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian anda bisa jual disini.

Be the first to comment on "Perbedaan Trading Dan Investasi Kripto Serta Kelemahannya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*