Parah, Bitcoin Exchange Korea Selatan Kena Hack

Bitcoin Exchange Korea Selatan Di-Hack. Kerugian Senilai USD 5 JutaBitcoin Exchange Korea Selatan Di-Hack. Kerugian Senilai USD 5 Juta

Sebuah perusahaan Bitcoin Exchange – Yapizon – yang berlokasi di Korea Selatan diretas awal pekan ini, kehilangan lebih dari 5 juta USD.

Menurut pernyataan resmi Yapizon, empat Hot Wallet Yapizon telah diretas pada tanggal 22 April 2017 oleh sekelompok hacker yang kemudian berhasil membawa kabur dana milik para pengguna yang tergabung di dalam Bitcoin Exchange tersebut. Tim hukum Yapizon mencatat bahwa sekitar 37% dana pengguna telah diretas atau lebih tepatnya 3.816 BTC telah dicuri.

Pengguna Yapizon merasa kecewa atas keputusan Yapizon yang membebankan kerugian dari insiden pencurian ini secara merata di antara semua akun penggunanya. Mengingat bahwa Bitcoin Exchange tersebut kehilangan 37% cadangan bitcoinnya, Yapizon mengumumkan rencananya untuk mengurangi persis 37% dari saldo pengguna.

Kasus yang sama pernah terjadi dengan Bitfinex, salah satu Bitcoin Exchange dengan volume perdagangan terbesar dunia yang berlokasi di Hongkong. Pada bulan Agustus 2016, Bitfinex kehilangan Bitcoin senilai USD 72 juta setelah mengalami serangan hacking terbesar dalam sejarah cryptocurrency. Untuk mendapatkan kembali dana nasabah mereka, Bitfinex menerbitkan token Bitfinex (BFX) bagi para penggunanya, yang kemudian dibeli kembali oleh Bitfinex dari waktu ke waktu sebagai kompensasi kepada para pengguna. Dalam kasusnya, Bitfinex akhirnya sukses membeli semua token BFX yang tersisa, dan secara efektif memulihkan saldo setiap pengguna yang terkena dampak hacking.

Mengikuti langkah Bitfinex, Yapizon mengeluarkan token yang serupa dengan token Bitfinex yang disebut FEI, yang akan memungkinkan para pengguna Yapizon untuk mendapatkan ganti atas kerugian mereka dengan memperoleh keuntungan dari perusahaan. Menurut tim manajemen Yapizon, 1 persen FEI setara dengan 1 persen keuntungan Yapizon. Karena itu, pengguna akan bisa menutup kerugian mereka dengan mendapatkan keuntungan dari perusahaan dalam jangka panjang.

Akan tetapi, perhitungan distribusi FEI Yapizon tidak jelas dan membuat para penggunanya kecewa. Yapizon menyatakan bahwa pengguna akan dikreditkan dengan 1 FEI untuk untuk kerugian senilai USD 78. Sehingga misalnya, jika seorang pengguna telah kehilangan USD 100.000 dari insiden hacking ini, maka dia akan dikreditkan token FEI senilai USD 1,282.

Lebih lanjut Yapizon menyatakan bahwa perusahaan tersebut menghasilkan sekitar USD 1,8 juta keuntungan per tahun. Dengan demikian, pengguna harus menunggu lebih dari dua tahun agar dana mereka pulih. Periode waktu ini lebih panjang dari pada Bitfinex, yang mampu mengembalikan saldo penggunanya hanya dalam jangka waktu delapan bulan.

sumber : bitcoinindonesia

Be the first to comment on "Parah, Bitcoin Exchange Korea Selatan Kena Hack"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*