7 Mata Uang digital Indonesia Terpopuler Sepanjang Tahun

Mata Uang digital Indonesia

Telah lebih satu dasawarsa semenjak Satoshi Nakamoto yang misteri membuat Bitcoin dan cikal bakal menjadi cryptocurrency pertama dan terpopuler di dunia dan menjadi mata uang digital indonesia yang paling banyak diperdagangkan dengan rupiah.

Terlepas dari kepopulerannya, Bitcoin bukan akhir dari cryptocurrency, karena banyak developer baru, inovator, dan spin-off sudah tampil dalam skala besar, sehingga terciptanya lebih dari 7.000 jenis cryptocurrency baru yang beredar di pasar saat ini.

Dengan demikian ada ribuan pilihan cryptocurrency, sehingga bagaimana investor tahu mata uang digital indonesia terbaik untuk diinvestasikan? Kenapa cryptocurrency ini disebut dengan mata uang digital indonesia ? karena mata uang digital ini sudah diperdangkan dibursa indonesia dan cryptocurrency ini sudah bisa dibeli dengan rupiah.

Apa itu mata uang digital ?

Mata uang digital adalah aset digital yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai media pertukaran dengan menggunakan kriptografi yang kuat dalam mengamankan transaksi keuangan, mengontrol pembuatan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.

Bitcoin (BTC)

Bitcoin telah memimpin pasar semenjak bitcoin pertama diciptakan dan ditambang pada Januari 2009, walaupun demikian bukan berarti langkahnya selalu berjalan lancar. Harga Bitcoin pernah mencapai titik paling tinggi sebesar $ 20.000 pada Desember 2017, tetapi tidak bertahan lama dan ia kembali roboh di tahun 2018, dan diperdagangkan sebesar $ 3.234 pada akhir tahun itu.

Telepas dari kondisi ini, Bitcoin sudah mulai naik kembali, hal ini ditandai dengan harga Bitcoin naik menjadi lebih dari $ 40.000 pada Januari 2021 dan kapitalisasi pasar lebih dari $ 1 triliun, yang bermakna bitcoin menyumbangkan lebih dari 69% di pasar cryptocurrency.

Tether (USDT)

Tether adalah salah satu yang pertama dan paling populer dari kelompok yang disebut stablecoin , cryptocurrency yang bertujuan untuk mematok nilai pasar mereka ke mata uang atau titik referensi eksternal lainnya untuk mengurangi volatilitas.

Karena sebagian besar mata uang digital, bahkan yang besar seperti Bitcoin, sering mengalami periode volatilitas yang dramatis, Tether dan stablecoin lainnya berusaha untuk memuluskan fluktuasi harga.

Harga Tether terkait langsung dengan harga dolar AS. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah melakukan transfer dari cryptocurrency lain kembali ke dolar AS dengan lebih tepat waktu daripada benar-benar mengkonversi ke mata uang asli.

Baca juga :   Altcoin Mempengarui Crypto Market Cap Menyentuh New All-Time High

Diluncurkan pada 2014, Tether mendeskripsikan dirinya sebagai “platform berkemampuan blockchain yang dirancang untuk memfasilitasi penggunaan mata uang fiat secara digital.”

Apakah anda tertarik untuk memiliki aset digital cryptocurrency Ini ?  Anda bisa membelinya di Exchange Binance .

Bitcoin Cash (BCH)

Cryptocurrency seperti Bitcoin didasari pada blockchain teknologi, yang bertujuan untuk menyimpan data mengenai transaksi di dalam “blok” yang bisa berisi 1 megabyte data. Saat mata uang makin terkenal, blok data ini mulai terisi penuh sehingga memperlambat transaksi bitcoin dan biaya transaksi akan semakin tinggi.

Beberapa pengembang Bitcoin menyarankan jalan keluar yang secara efisien akan mengurangi jumlah data yang diperlukan di tiap blok, tapi yang lain yakin akan mengurangi kredibilitas cryptocurrency sehingga mereka membuat versi Bitcoin mereka sendiri pada Agustus 2017 dan diberi nama dengan Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash mempunyai blok yang bisa menyimpan 8 MB data, sehingga memungkinkan transaksi lebih cepat serta biaya yang lebih rendah.

Bitcoin cash mungkin masih kurang terkenal dibanding perintisnya, tapi skalabilitasnya sangat berpotensi sehingga menjadi mata uang kripto terbaik.

Litecoin (LTC)

Cryptocurrency ini cenderung tampak tidak jelas dan kompleks bagi mereka yang tidak memahami teknologi yang mendasarinya, tetapi Litecoin diciptakan untuk membantu memperbaiki kekurangan pada Bitcoin.

Faktanya, pendiri Charlie Lee ingin membuat versi “ringan” dari Bitcoin dan mengembangkan mata uang kripto yang dapat memainkan peran “perak untuk emas Bitcoin.”

Lee membuat Litecoin di tahun 2011, dan memeperbaiki beberapa kekurangan dari pendahulunya. Misalkan, transaksi dengan bitcoin memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk diverifikasi, transaksi dengan litecoin hanya memerlukan waktu kurang dari 3 menit.

Ethereum (ETH)

Mata uang digital paling populer selanjutnya ada Ethereum. Salah satunya filosofi khusus dibalik cryptocurrency ialah desentralisasi mata uang. Ethereum mengambil cara yang lebih jauh, daripada mendesentralisasikan uang, Ethereum lebih memilih untuk mendesentralisasikan internet dengan menukar server dengan mekanisme node di penjuru dunia, membuat “satu komputer untuk seluruh dunia.”

Ethereum ialah basis piranti lunak berbasiskan tehnologi blockchain di mana pemakai bisa membuat mata uang kripto mereka sendiri. Ethereum sudah menjadi salah satu cryptocurrency terpopuler di dunia, dengan kapitalisasi pasar dekati $ 139 miliar dan berada di posisi ke-2 sesudah Bitcoin.

Baca juga :   Hanya Investor Jangka Panjang Yang Suka Dengan Dogecoin, Yang Lain Jangan Coba-Coba!

Binance Coin (BNB)

Seperti Ethereum, Binance Coin lebih dari sekadar cryptocurrency – pada realitanya, Binance Coin awalannya dihosting di Ethereum sampai Exchange desentralisasi Binance, atau DEX, online di tahun 2017.

Binance DEX ialah basis yang serupa dengan Ethereum, meski begitu mereka memiliki visi yang berbeda. Binance DEX ialah basis terdesentralisasi di mana pemakai bukan hanya bisa mebeli dan mejual koin binance tapi juga memakai BNB untuk mengonversi cryptocurrency lain dari keduanya.

Sehingga menjadikan Binance DEX sebagai pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia berdasar volume. Yang paling penting, Binance DEX menwarkan potongan harga ke pemakai untuk membayar transaksi bisnis di bursa dengan BNB.

Polkadot (DOT)

Polkadot adalah cryptocurrency proof-of-stake unik yang ditujukan untuk memberikan interoperabilitas antara blockchain lainnya. Protokolnya dirancang untuk menghubungkan blockchain yang diizinkan dan tanpa izin serta oracle untuk memungkinkan sistem bekerja bersama di bawah satu atap.

Komponen inti Polkadot adalah rantai relai yang memungkinkan interoperabilitas berbagai jaringan. Ini juga memungkinkan untuk “parachain”, atau blockchain paralel dengan token asli mereka sendiri untuk kasus penggunaan tertentu.

Baca juga : 4 Alasan Membeli Altcoin Polkadot (DOT) di Tahun ini

Perbedaan sistem ini dengan Ethereum adalah daripada hanya membuat aplikasi terdesentralisasi di Polkadot, pengembang dapat membuat blockchain mereka sendiri sambil juga menggunakan keamanan yang sudah dimiliki oleh rantai Polkadot.

Dengan Ethereum, pengembang dapat membuat blockchain baru tetapi mereka perlu membuat langkah-langkah keamanan mereka sendiri yang dapat membuat proyek baru dan lebih kecil sangat rentang untuk diserang, karena semakin besar sebuah blockchain semakin banyak keamanan yang dimilikinya. Konsep di Polkadot ini dikenal sebagai keamanan bersama.

Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu di BitYard Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian ikuti panduan cara jual disini.

Be the first to comment on "7 Mata Uang digital Indonesia Terpopuler Sepanjang Tahun"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*