Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu di BINANCE Atau BYBIT Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian anda bisa jual disini.
Setelah menjabat selama hampir lima bulan, Elon Musk secara resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala de facto Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) – sebuah lembaga baru yang dibentuk di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memangkas pemborosan belanja negara.
Meskipun masa jabatan Musk sebagai Pegawai Pemerintah Khusus memang dirancang bersifat sementara, kepergiannya tetap menjadi sorotan. Pasalnya, keputusan ini datang di tengah ketegangan terkait kebijakan fiskal baru pemerintahan Trump — termasuk “rancangan undang-undang besar dan indah” yang menurut Musk justru bertolak belakang dengan misi efisiensi DOGE.
Apa Itu DOGE dan Peran Elon Musk?
DOGE bukanlah lelucon yang terinspirasi dari Dogecoin — meskipun singkatannya bisa mengecoh. DOGE (Department of Government Efficiency) adalah inisiatif nyata yang dibentuk Presiden Trump pada awal tahun 2025, dengan tujuan mengurangi pemborosan birokrasi dan menyederhanakan sistem pengeluaran negara.
Elon Musk ditunjuk secara langsung oleh Trump sebagai pemimpin departemen ini. Bukan sebagai pejabat penuh waktu, tetapi sebagai Pegawai Pemerintah Khusus, peran yang memungkinkan dia untuk memberi arahan strategis tanpa terikat aturan konflik kepentingan seperti PNS lainnya. Namun, status ini membatasi masa kerja hingga 130 hari per tahun — dan di situlah masa jabatan Musk resmi berakhir.
Kritik terhadap RUU Trump, “Besar atau Indah, Tidak Bisa Keduanya”
Dalam unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter), Elon Musk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas kesempatan yang diberikan. Namun dia juga menyinggung secara halus arah kebijakan fiskal terbaru yang menurutnya berisiko menghancurkan apa yang sudah dicapai oleh DOGE.
“Sebuah undang-undang bisa besar, atau bisa indah – tapi tidak keduanya,” tulis Musk, mengomentari proposal undang-undang pajak dan belanja terbaru dari Gedung Putih yang menurut analis independen berpotensi menambah defisit anggaran AS hingga $3,3 triliun dalam 10 tahun ke depan.
Musk merasa frustrasi karena RUU ini mendorong pengeluaran besar untuk militer dan pemotongan pajak tanpa adanya kontrol atau pengimbangan. Ia percaya kebijakan ini justru akan membalikkan langkah-langkah efisiensi yang sudah coba dibangun melalui DOGE.
Janji Penghematan dan Realitas di Lapangan
Ketika pertama kali memimpin DOGE, Elon Musk membuat janji berani: menghemat hingga $2 triliun dalam pengeluaran federal. Ia menyebut misi ini sebagai “perang melawan pemborosan birokrasi”.
Namun hingga pengunduran dirinya, hanya sekitar $175 miliar penghematan yang dilaporkan — dan angka itu pun masih diperdebatkan. Sejumlah sumber mengatakan sebagian besar pemotongan berasal dari program yang memang sudah direncanakan untuk dipangkas.
Beberapa penghematan lainnya dikritik sebagai “perkiraan masa depan” yang belum tentu akan terjadi. Para pengkritik menyebut pendekatan Musk terlalu ambisius dan tidak realistis dalam praktik birokrasi pemerintah yang kompleks.
Warisan Musk, DOGE Tetap Hidup?
Meski sudah mengundurkan diri, Elon Musk meyakini bahwa filosofi efisiensi yang dia bawa ke DOGE akan terus hidup. Ia berharap bahwa prinsip-prinsip pengelolaan yang ramping dan hemat biaya dapat menjadi bagian permanen dari cara lembaga-lembaga pemerintah bekerja.
Gedung Putih belum menunjuk pengganti Musk, tetapi sejumlah sumber menyebutkan bahwa pencarian kandidat internal dan eksternal sedang berlangsung. Beberapa Republikan yang dekat dengan pemerintahan menyatakan bahwa pendekatan Musk bisa dijadikan model reformasi birokrasi jangka panjang.
Kembali ke Tesla dan SpaceX
Setelah meninggalkan dunia pemerintahan, Elon Musk mengumumkan bahwa ia akan mengurangi keterlibatannya dalam dunia politik. Ia mengaku sudah “melakukan cukup”, setelah sebelumnya menyumbang lebih dari $250 juta untuk kampanye dan proyek politik Trump pada 2024.
Kini, fokus utamanya akan kembali ke Tesla dan SpaceX, terutama Tesla yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan penjualan. Musk menyalahkan peran politiknya sebagai salah satu penyebab, karena beberapa konsumen ragu membeli produk Tesla akibat asosiasi kuatnya dengan politik konservatif.
“Kebisingan politik telah merugikan Tesla. Sekarang waktunya kembali ke jalur teknologi dan inovasi,” ujar Musk dalam pernyataannya.
Apa Selanjutnya?
Kehadiran Elon Musk dalam pemerintahan, meskipun singkat, menandai era baru eksperimen antara dunia teknologi dan birokrasi pemerintahan. Terlepas dari efektivitas DOGE di bawah kepemimpinannya, pengaruh Musk tidak bisa dipandang remeh — ia berhasil membawa semangat disruptif ke pusat kekuasaan.
Namun sekarang, dengan kepergian Musk, pertanyaannya adalah: apakah DOGE akan tetap hidup tanpa kekuatan karismatik di baliknya? Dan apakah pemerintah bisa melanjutkan misi efisiensi tanpa bantuan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia teknologi?
Waktu yang akan menjawab.
Ikut Google News dan Join Telegram Informasi | Diskusi Cryptocurrency












