Rumus Total Asset Turnover Serta Cara Menghitung Turn Over

Total asset turnover adalah rasio yang memvisualisasikan perputaran aset yang diukur dari volume pemasaran. Jadi semakin besar rasio ini, semakin baik, yang berarti aset dapat dengan cepat berbalik dan menghasilkan keuntungan dan menunjukkan penggunaan yang lebih efektif dari semua aset dalam menghasilkan pemasaran.

Pengertian turnover

Apa itu turnover ? Perputaran atau turn over adalah adalah suatu konsep dalam akuntansi yang menghitung seberapa cepat suatu perusahaan menjalankan operasinya. Perputaran sering digunakan untuk memahami seberapa cepat perusahaan mengumpulkan uang dari piutang atau seberapa cepat perusahaan menjual sahamnya.

Total Asset Turnover

Dasar-Dasar Turnover

Dua aset terbesar yang dimiliki oleh suatu perusahaan adalah piutang dan persediaan atau inventory. Kedua aset ini membutuhkan investasi uang tunai yang besar dan penting untuk mengukur seberapa cepat perusahaan dapat mengumpulkan uang tunai.

Rasio perputaran (turnover) mengukur seberapa cepat perusahaan mengumpulkan uang tunai dari piutang dan investasi persediaannya. Rasio ini digunakan oleh analis fundamental dan investor untuk menentukan apakah suatu perusahaan dapat dianggap sebagai investasi yang baik.

Perputaran Piutang

Piutang menunjukkan jumlah uang dari tagihan pelanggan yang belum dibayar pada waktu tertentu. Asumsikan penjualan kredit adalah penjualan yang tidak langsung dibayar tunai, perhitungan perputaran piutang adalah penjualan kredit dibagi rata-rata piutang. Piutang rata-rata hanyalah rata-rata saldo piutang awal dan akhir untuk periode tertentu, seperti bulan atau tahun tertentu.

Perhitungan perputaran piutang ini menunjukkan seberapa cepat Anda mengumpulkan pembayaran dibandingkan dengan penjualan kredit Anda. Jika total penjualan kredit bulan ini adalah Rp 300.000 dan saldo piutang usaha adalah Rp 50.000, maka tingkat perputaran adalah 6. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penjualan, meminimalkan saldo piutang dan menghasilkan tingkat perputaran yang tinggi.

Perputaran Persediaan (Inventory)

Perhitungan Persediaan ini didefinisikan sebagai Harga Pokok Penjualan (COGS) dibagi dengan persediaan rata-rata, mirip dengan perhitungan piutang. Saat Anda menjual inventaris, saldo ditransfer ke harga pokok penjualan yang merupakan catatan pengeluaran.

Tujuan bagi pemilik bisnis adalah untuk memaksimalkan jumlah persediaan yang terjual sambil meminimalkan sisa persediaan. Misalnya, jika total biaya penjualan untuk bulan ini adalah Rp 400.000 dan Anda memiliki persediaan Rp 100.000, maka tingkat perputarannya adalah 4, artinya perusahaan menjual seluruh persediaannya 4 kali setiap tahun.

Perputaran persediaan juga dikenal sebagai perputaran penjualan, yang membantu investor menentukan tingkat risiko yang akan mereka hadapi jika mereka memberikan modal operasional kepada perusahaan. Misalnya, perusahaan dengan persediaan Rp 5 juta yang membutuhkan waktu 7 bulan untuk menjual akan dianggap kurang menguntungkan dibandingkan perusahaan dengan persediaan Rp 2 juta yang menjual dalam 2 bulan.

Perputaran Portofolio

Perputaran adalah istilah yang juga digunakan dalam berinvestasi. Asumsikan bahwa reksa dana memiliki Rp 100 juta aset yang dikelola dan manajer portofolio menjual Rp 20 juta sekuritas sepanjang tahun. Tingkat omset adalah 20 juta dibagi 100 juta atau 20%. Rasio perputaran portofolio 20% dapat diartikan sebagai nilai perdagangan yang mewakili aset dalam deposit.

Portofolio yang dikelola secara aktif cenderung memiliki tingkat turnover yang tinggi, sedangkan portofolio yang dikelola secara pasif mungkin memiliki lebih sedikit perdagangan sepanjang tahun. Portofolio yang dikelola secara aktif dapat menghasilkan lebih banyak biaya perdagangan, yang mengurangi tingkat pengembalian portofolio. Investasi reksa dana dengan omzet berlebihan seringkali dianggap berkualitas rendah.

Pengertian total asset turnover

Total assets turnover adalah salah satu sisi dari rasio aktivitas. Rasio aktivitas itu sendiri digunakan untuk menghitung tingkat efektivitas pemanfaatan sumber daya perusahaan.

Rasio aktivitas digunakan untuk melihat kekuatan perusahaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain perputaran aset secara keseluruhan, yang dihitung ke dalam rasio aktivitas, ada perputaran piutang, perputaran saham, perputaran modal kerja, dan perputaran aset tetap.

Apa itu total asset turnover? Intinya, total asset turnover adalah rasio yang digunakan untuk menghitung berapa banyak pemasaran yang dapat dilakukan dari setiap rupiah yang diinvestasikan dalam aset perusahaan secara keseluruhan.

Singkatnya, total asset turnover adalah atau total perputaran aset adalah kekuatan perusahaan untuk menghasilkan pemasaran berdasarkan total aset yang dimilikinya.

Tujuan dan Manfaat Total Asset Turnover

Beberapa manfaat dari menghitung total asset turnover adalah sebagai berikut.

  • Menghitung perputaran seluruh aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan
  • Menghitung tingkat efektivitas dalam pemanfaatan sumber daya perusahaan, misalnya di bagian pemasaran, penagihan piutang, saham, dan sektor lainnya
  • Menghitung berapa pemasaran yang didapat dari setiap rupiah aktiva.

Rumus Total Asset Turnover

Menghitung total asset turnover cukup mudah karena sudah ada rumusnya. Anda harus memasukkan data seperti yang diminta dalam rumus. Total assets turnover formula adalah sebagai berikut.

Total Asset Turnover = Penjualan / Total Aktiva

Semakin tinggi total perputaran aset, semakin cepat perputaran aset dan keuntungan. Dalam hal ini, perusahaan dapat dikatakan efisien dalam menggunakan seluruh aset dalam menghasilkan penjualan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai total asset turnover yang baik lebih besar jika dibandingkan dengan industri sejenis.

Contoh Cara Menghitung Total Asset Turnover

Sekarang mari kita lihat contoh cara menghitung total Asset Turnover yang datanya diambil dari salah satu perusahaan.

Data dalam tabel ini merupakan data penjualan, total aktiva dan total asset turnover perusahaan B yang diperoleh dengan cara menggunakan rumus Total Asset Turnover = Penjualan : Total Aktiva

Tahun Penjualan Total Aktiva Total Asset Turnover
2018 Rp100.000.000 Rp108.000.000 0,92
2019 Rp200.000.000 Rp227.000.000 0,88
2020 Rp300.000.000 Rp383.000.000 0,78
2021 Rp400.000.000 Rp497.000.000 0,8
2022 Rp500.000.000 Rp611.000.000 0,82

Pengetian fixed asset turnover

fixed asset turnover adalah rasio untuk melihat sejauh mana aktiva tetap yang dimiliki oleh suatu perusahaan memiliki tingkat perputaran yang efektif, dan berdampak pada keuangan perusahaan.

Rumus fixed asset turnover

Anda dapat menghitung rasio perputaran aset tetap menggunakan rumus berikut:

Fixed asset turnover = Penjualan bersih / aset tetap bersih rata-rata

Ikuti langkah-langkah ini untuk menggunakan rumus di atas:

  1. Tentukan penjualan bersih di bagian atas laporan laba rugi.
  2. Tentukan rata-rata aktiva tetap bersih menggunakan neraca tahun berjalan dan tahun sebelumnya, Tambahkan kemudian bagi dengan 2.
  3. Bagilah penjualan bersih dengan jawaban dari Langkah 2 untuk menemukan perputaran aset tetap.

Fixed asset turnover menunjukkan seberapa baik aset tetap digunakan untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini merupakan elemen penting ketika suatu perusahaan memutuskan apakah akan meningkatkan volume produksinya atau tidak. Fixed asset turnover yang tinggi berarti perusahaan menggunakan aset tetapnya secara efisien.

Jika fixed asset turnover sudah berproduksi pada kapasitasnya dan memiliki perputaran aset tetap yang tinggi, maka dapat diperluas dengan berinvestasi pada aset tetap yang lebih banyak untuk menghasilkan penjualan tambahan. Perputaran aset tetap yang rendah dapat menunjukkan bahwa perusahaan telah berinvestasi terlalu banyak dalam aset tetap dan harus meningkatkan penjualan atau menjual aset untuk mengurangi biaya.