Jenis – Jenis Investasi Dan Cara Berinvestasi Untuk Anak Muda

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang jenis – jenis investasi dan cara berinvestasi, ketahuilah bahwa investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih jenis aset selama dengan periode tertentu, dengan tujuan untuk dapat memperoleh pendapatan atau meningkatkan nilai.

Pada dasarnya, tujuan keuangan setiap orang berbeda – beda. Misalnya, pada orang yang berusia 25 tahun tentu memiliki rencana dan tujuan yang berbeda dengan orang yang berusia 50 tahun.

Apa Itu Investasi?

Yang dimaksud dengan Apa itu Investasi adalah kegiatan menempatkan modal yang berupa uang atau juga harta berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau juga pihak dengan harapan penanam modal akan memperoleh keuntungan setelah jangka waktu yang tertentu.

Karena harapan mendapatkan keuntungan di masa depan, maka investasi ini disebut juga dengan penanaman modal. Istilah investasi sendiri berasal dari bahasa Italia, investire yang berarti memakai atau menggunakan.

Investasi tidak selalu menghasilkan keuntungan. Ada juga risiko kerugian dalam berinvestasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita memahami tujuan dari investasi dan jenis – jenis investasi dan juga risikonya.

Jenis Investasi Dan Cara Berinvestasi

Tujuan Investasi

Berikut adalah beberapa tujuan penting dalam berinvestasi:

  • Untuk mendapatkan penghasilan tetap
  • Untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak dan stabil di masa depan.
  • Berguna untuk mengembangkan bisnis
  • Dapatkan jaminan dalam bisnis
  • Membentuk dan mengendalikan dana untuk kepentingan khusus, misalnya kepentingan sosial, kepentingan ekspansi, dan lain – lain.
  • Mengurangi tekanan inflasi
  • Investasi dapat digunakan untuk menjaga hubungan antar perusahaan
  • Ikut serta dalam pembangunan negara.
  • Formulir Investasi

Setelah kita mengetahui jenis – jenis investasi, deretan jenis – jenis investasi tersebut juga dikelompokkan dengan menjadi dua bentuk yang berbeda, yaitu:

  • Investasi Aset Riil:

Investasi Aset Riil ini yang dilakukan oleh seseorang baik dalam bentuk yang terlihat maupun yang tidak terlihat, seperti dengan investasi tanah, investasi logam, investasi properti, dll.

  • Investasi dalam Aset Keuangan:

Investasi dalam aset keuangan dilakukan oleh investor sebagai bentuk surat berharga. Misalnya, deposito investasi dan saham.

Jenis Investasi

Ada banyak jenis investasi yang tersedia saat ini, antara lain:

  • Investasi properti
  • Investasi Emas
  • Investasi Saham
  • Investasi Reksa Dana
  • Investasi Valuta Asing
  • Investasi Obligasi
  • Investasi Syariah
  • Investasi Mata Uang Kripto
  • Investasi Deposito Dll.

Jenis Investasi Berdasarkan Tujuan

1. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek berlangsung dari kurang dari satu tahun hingga tiga tahun saja.

2. Investasi Jangka Menengah

Ketika seseorang memiliki tujuan keuangan antara 3 sampai 10 tahun, maka ini bisa disebut sebagai investasi jangka menengah.

3. Investasi Jangka Panjang

Bila tujuan investasi lebih dari 10 tahun, maka investasi ini disebut juga dalam kategori investasi jangka panjang.

Semakin lama jangka waktu investasi, semakin fleksibel dalam memilih instrumen. Mereka dapat untuk memilih instrumen dengan risiko rendah, sedang, tinggi, atau instrumen yang tidak dapat dikonversi dengan cepat.

Beberapa instrumen yang dapat dipilih untuk investasi jangka panjang antara lain yaitu : logam mulia, reksa dana saham, saham, hingga properti.

Cara Berinvestasi

Untuk dapat berinvestasi tidaklah sulit, Karena mengingat di era digital seperti sekarang ini, informasi mengenai instrumen investasi atau riset pasar sangat mudah untuk didapatkan. Namun, investasi tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Oleh sebab itu , perlu untuk mengetahui Apa Itu Investasi dengan lebih detail sebelum terjun ke sana. Berikut adalah cara yang baik untuk berinvestasi, dalam rangka mewujudkan tujuan keuangan kita.

1. Pastikan Kita Sehat Secara Finansial

Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memiliki dana darurat yang ideal dan memiliki perlindungan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan atau asuransi. Perencanaan keuangan untuk masa depan sangatlah penting.

Tanpa dengan dana darurat yang ideal, kita akan kesulitan menghadapi risiko kehilangan pendapatan akibat PHK atau ketidakpastian ekonomi.

2. Tetapkan Tujuan Pertama

Ketahui tujuan keuangan yang ingin Anda capai dalam berbagai periode. Tanpa dengan tujuan yang jelas, proses investasi tidak akan terukur.

Setelah menentukan tujuan, tentukan juga kebutuhan dana untuk merealisasikannya. Kita bisa untuk memulai proses investasi setelah memahami kebutuhan dana.

3. Mengetahui Profil Risiko

Setiap dengan instrumen investasi pasti memiliki karakteristik investasi yang berbeda – beda dan setiap investor juga memiliki profil risiko yang berbeda juga. Profil risiko tergantung pada kemampuan dan kemauan seseorang untuk menoleransi risiko investasi.

Profil risiko tentu saja dapat berubah seiring pemahaman seseorang tentang investasi yang mulai membaik. Peningkatan pemahaman tentang investasi akan meningkatkan kemampuan untuk menoleransi risiko.

4. Mengenali Risiko Sistematis dan Non-Sistematis Investasi

Jika profil risiko tersebut memiliki tolak ukur berupa kondisi psikologis investor, maka ada juga risiko investasi yang tidak boleh dihindari oleh investor.

Dalam investasi, ada dua jenis risiko, yaitu sistematis dan non-sistematis. Sistematis adalah risiko dan diversifikasi yang sama sekali tidak dapat dihindari, dan menyerang semua jenis instrumen. Risiko tersebut yang dapat berupa risiko pasar, perubahan suku bunga, dan juga inflasi.

Sedangkan dengan risiko nonsistemik yang dinyatakan sebagai risiko yang masih dapat untuk dihindari dengan melakukan diversifikasi instrumen investasi. Risiko tersebut antara lain risiko bisnis, risiko likuiditas, dan risiko tuntutan hukum.

Ini adalah hal – hal yang harus Anda ketahui sebelum anda berinvestasi. Maka Pastikan juga Anda mengetahui jenis, risiko, dan cara berinvestasi dengan baik agar tujuan keuangan kita dapat tercapai dengan semaksimal mungkin.