Cara Tepat dalam Menghitung Deposito Yang Benar

Sebelum mengetahui cara menghitung deposito, tidak ada salahnya jika Anda mencari tahu pengertian deposito terlebih dulu. Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran atau penarikannya hanya dilakukan pada jangka waktu tertentu saja. Jika diambil sebelum jangka waktunya, akan ada denda yang diberikan.

Kelebihan menyimpan dana dalam bentuk deposito adalah semakin lama melakukan penyimpanan, maka semakin besar juga bunga yang di tawarkan.

Cara menghitung deposito

Keuntungan dari Deposito Bank

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari deposito bank. Beberapa keuntungan yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut:

1. Sarana investasi menguntungkan

Keuntungan pertama adalah bisa dijadikan sebagai tabungan dan investasi yang menguntungkan. Dengan adanya deposito, keuangan Anda di masa depan tentu lebih terjamin. Berinvetasi dalam bentuk deposito juga lebih aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

2. Risiko kerugian yang cukup kecil

Menyimpan uang dalam bentuk deposito membuat Anda lebih terlindungi dari fluktuasi pasar. Penyimpanan uang di LPS juga dianggap aman bahkan saat bank yang Anda gunakan untuk menyimpan uang mengalami kebangkrutan. Namun, kelebihan ini hanya bisa dilakukan jika bank tersebut memang telah terdaftar di LPS.

3. Suku bunga yang cukup tinggi

Kelebihan yang selanjutnya adalah suku bunga yang cukup tinggi. Hal ini tentu menguntungkan bagi para nasabahnya. Jika dibandingkan dengan suku bunga tabungan biasa, bunga deposito lebih tinggi. Bukan hanya itu, dana dari tabungan biasanya juga terpotong karena biaya administrasi, sedangkan deposito tidaklah demikian.
Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan membuka tabungan deposito. Selain mengetahui keuntungannya, penting juga untuk tahu cara menghitung deposito bank.

Cara Menghitung Deposito

Seperti yang Anda tahu semakin besar dana depositonya, maka semakin tinggi juga bunga yang akan didapatkan. Meski demikiab, Anda juga akan dikenai dengan yang namanya pajak untuk deposito dalam jumlah tertentu.
Untuk dana deposito dengan jumlah lebih dari 7,5 juta akan dikenai yang namanya Pajak Penghasilan atau PPh sebesar 20%. Sedangkan jika jumlah tabungannya kurang dari 7,5 juta, akan bebas dari pajak.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat perhitungan deposito yang berikut ini:

Sinta dan Desi memiliki rencana untuk membuka rekening deposito. Sinta memiliki dana Rp 10 juta, sedangkan Desi Rp 5 juta. Keduanya akan menyimpan dana tersebut selama 12 tahun. Adapun bunga pertahun untuk deposito tersebut adalah sebanyak 5 persen.

Cara menghitung depositonya adalah sebagai berikut:

Bunga deposito untuk Desi:

Jumlah uang yang disimpan x bunga per tahun x periode simpanan:12
: 5 juta x 5% x 12:12 = 250 ribu per bulannya

Bunga deposito untuk Desi:

Jumlah simpanan x bunga per tahun x 80% x periode simpanan : 12
: 10 juta x 5% x 80% x 12 : 12 = 400 ribu per bulan

Dalam hal ini, 80% di atas mengacu pada aturan yang menyebutkan jika uang di atas 7,5 juta akan dikenakan pajak sebesar 20 persen. Karena jumlah uang yang dimiliki oleh Sinta adalah 10 juta maka akan ada pajak sebesar 20 persen. Sedangkan Desi, tidak terkena pajak karena uang yang dijadikan sebagai deposito hanya 5 juta saja.

Bagi Anda yang ingin berinvetasi uang dalam bentuk deposito, tentu cara menghitung deposito sebaiknya dipelajari terlebih dahulu. Dengan demikian, Anda bisa mengira-ngira berapa bunga yang bisa didapatkan nantinya.