Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu di BINANCE Atau BYBIT Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian anda bisa jual disini.
Industri crypto tengah menyaksikan tren baru yang diprediksi akan mendominasi, token dan agen berbasis kecerdasan buatan (AI). Menurut Haseeb Qureshi, mitra pengelola di Dragonfly Capital, tren ini akan menjadi sorotan utama dalam ruang crypto selama setahun ke depan. Namun, ia memperingatkan bahwa popularitas ini mungkin tidak akan bertahan lama dan berpotensi mengalami “pembalikan mendadak” pada tahun yang akan datang.
Agen AI vs. Memecoin
Dalam sebuah posting di platform X (sebelumnya Twitter) pada 1 Januari, Qureshi menjelaskan bahwa memecoin – token berbasis humor yang sering kali tidak memiliki utilitas nyata – akan terus kehilangan pangsa pasar terhadap koin yang berorientasi pada agen AI. Ia menyebut fenomena ini sebagai “migrasi dari nihilisme finansial ke optimisme finansial yang berlebihan.”
“Memecoin kehilangan daya tariknya, sementara agen AI mulai menarik perhatian sebagai bentuk inovasi baru dalam crypto,” ujar Qureshi.
Statistik pasar menunjukkan pergeseran ini mulai terlihat jelas. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan memecoin turun hampir 21,5%, sementara volume perdagangan token AI dan data naik 7,95%. Meski total kapitalisasi pasar token AI turun sebesar 1,66% dalam 30 hari terakhir, penurunan ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan penurunan kapitalisasi pasar memecoin yang mencapai 17,7% pada periode yang sama.
Apa yang Membuat Agen AI Populer?
Agen AI dalam crypto menawarkan berbagai fitur menarik, termasuk kemampuan untuk memberikan wawasan pasar, analisis data, dan prediksi harga yang dianggap berguna oleh trader. Salah satu contoh populer adalah chatbot berbasis AI bernama “Aixbt,” yang dikenal mampu mengumpulkan data terkait proyek crypto dengan cukup efisien.
Namun, Qureshi juga mencatat bahwa agen AI masih memiliki kelemahan besar. “Agen saat ini dapat dengan mudah dimanipulasi untuk mengatakan hal-hal yang merusak merek mereka, atau bahkan diretas untuk mencuri sumber daya mereka,” katanya.
Terlepas dari kekurangan tersebut, Qureshi percaya bahwa generasi berikutnya dari agen AI akan menjadi lebih baik, dengan kemampuan yang lebih mendalam dan pandangan yang lebih cerdas. Namun, ia juga mempertanyakan relevansi agen ini dalam jangka panjang. “Seberapa besar perubahan yang bisa Anda rasakan? Bagi sebagian besar orang, mungkin ini tidak akan terasa berbeda,” tambahnya.
Tantangan di Tahun 2026
Meskipun agen AI diprediksi akan mendominasi pasar crypto pada 2025, Qureshi memperingatkan bahwa hype ini tidak akan bertahan selamanya. Ia memprediksi akan terjadi “pembalikan mendadak” pada tahun 2026.
“Crypto membutuhkan waktu lama untuk bosan dengan sesuatu yang baru dan menarik,” kata Qureshi. “Namun, begitu agen AI menjadi terlalu umum, orang akan kehilangan minat. Sentimen akan berbalik, dan popularitas mereka akan memudar.”
Pendapat ini didukung oleh CEO Bitwise, Hunter Horsley, yang membandingkan kebangkitan agen AI dengan awal era korporasi dua abad yang lalu. “Agen AI mengingatkan saya pada awal kemunculan perusahaan di abad ke-19, di mana entitas tersebut bisa menjalankan kontrak, mempekerjakan manusia, dan hidup lebih lama dari manusia itu sendiri,” ujar Horsley.
Performa Token AI di Pasar
Dalam seminggu terakhir, beberapa token AI menunjukkan kinerja yang sangat baik di pasar crypto. Virtual Protocol (Virtuals) mencatatkan kenaikan 57,3%, Bittensor naik 10,6%, dan Theta Network naik 6,11%. Kinerja ini menunjukkan bahwa minat terhadap token AI terus meningkat, setidaknya untuk saat ini.
Sementara itu, trader crypto populer Mckenna mengatakan kepada 94.700 pengikutnya bahwa “serangkaian peluang likuid AI baru” kemungkinan akan muncul pada 2025. “Perhatikan, dan Anda akan dibayar,” katanya.
Kesimpulan
Agen AI tampaknya akan menjadi salah satu tren paling signifikan dalam crypto pada tahun 2025. Dengan utilitas yang nyata dan aplikasi yang terus berkembang, mereka menawarkan potensi yang jauh melampaui memecoin. Namun, seperti halnya tren lainnya, popularitas agen AI mungkin memiliki batasan waktu.
Para ahli memperingatkan bahwa meskipun agen AI terlihat menjanjikan, ada risiko besar yang terkait, mulai dari manipulasi hingga ancaman keamanan. Selain itu, seperti yang disampaikan Qureshi, pasar crypto sering kali mudah bosan, dan tren ini bisa saja memudar lebih cepat dari yang diharapkan.
Jadi, bagi para trader dan investor, penting untuk tetap waspada dan tidak terbawa hype semata. Akankah agen AI benar-benar menjadi masa depan crypto, atau hanya sekadar fenomena sementara? Hanya waktu yang akan menjawab.
Ikut Google News dan Join Telegram Informasi | Diskusi Cryptocurrency












