Belum punya bitcoin? silakan anda buat rekening bitcoin telebih dahulu di BINANCE Atau BYBIT Dan Ambil bitcoin gratis setiap jam Disitus ini Kemudian anda bisa jual disini.
Financial Times baru-baru ini menerbitkan artikel berjudul “Why Bitcoin Prices Could Still Plunge” yang membahas beberapa poin krusial terkait harga Bitcoin.
Menurut laporan tersebut, saat ini biaya produksi Bitcoin berada di sekitar $27,000, yang dianggap sebagai dukungan harga. Namun, setelah terjadi halving, biaya produksi diperkirakan akan melonjak menjadi sekitar $50,000 dalam jangka pendek. Hal ini berpotensi menyebabkan keluar dari pasar bagi para penambang yang tidak efisien dan sulit untuk bertahan.
Pensiunan mesin-mesin lama, penurunan hash rate, dan penurunan biaya produksi terjadi seiring waktu. Dengan asumsi kapasitas pemrosesan penambangan berkurang sebesar satu per lima, biaya produksi akan turun menjadi sekitar $43,000.

Oleh karena itu, Financial Times meyakini bahwa harga Bitcoin tidak akan dapat bertahan di atas biaya produksi penambang dalam jangka waktu yang lama. Setelah terjadi halving, kegilaan pasar akan mereda, dan diperkirakan akan terjadi koreksi besar dalam harga Bitcoin. Meskipun argumen tersebut terdengar masuk akal, beberapa pihak merasa argumen ini agak lemah.
Pertanyaannya kemudian muncul, apakah skenario ini akan berjalan sesuai rencana dan mencapai angka $100,000? Hanya waktu yang akan memberikan jawabannya. Pasar kripto seringkali sulit diprediksi, dan keputusan para pelaku pasar akan memainkan peran kunci dalam arah pergerakan harga Bitcoin ke depannya.
Ikut Google News dan Join Telegram Informasi | Diskusi Cryptocurrency












