6 Alasan Berhenti Kerja Yang Sering di Jumpai di Indonesia

Memiliki pekerjaan yang diminati tentu sangat menyenangkan. Meski demikian, tidak semua orang mendapatkan jenis pekerjaan yang demikian. Ada juga yang bertahan pada pekerjaan yang nyatanya bukan passion mereka hingga memutuskan untuk keluar.

Keluar dari pekerjaan sendiri merupakan salah saru keputusan yang sebaiknya diperhitungkan matang-matang. Apalagi jika Anda masih membutuhkan uang untuk mencukupi ragam kebutuhan. Jika memang tak betah dengan pekerjaan, maka tak ada salahnya untuk menabung dulu agar uang bisa mencukupi kebutuhan Anda selama keluar kerja hingga mendapatkan pekerjaan baru nantinya.

alasan berhenti kerja

Berbagai Alasan Berhenti Kerja

Ada banyak alasan kenapa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan. Mulai dari alasan eksternal hingga yang internal sekalipun.

1. Mencari tantangan yang baru

Alasan berhenti kerja yang pertama adalah untuk mencari tantangan yang baru. Apalagi, jika Anda masih muda, maka tak ada salahnya untuk mencari pekerjaan yang bisa membuat diri menjadi lebih bersemangat sekaligus mencari banyak-banyak pengalaman dalam dunia kerja. Siapa tahu, pengalaman yang Anda miliki berguna kedepannya nanti terutama untuk membuat bisnis sendiri.

Banyak yang merasa jika pekerjaan yang ia jalani tidak memberikan sesuatu yang berarti. Pada akhirnya, keputusan untuk berhenti kerja harus dilakukan untuk mendapatkan hidup yang lebih bermakna.

2. Melanjutkan pendidikan

Alasan berhenti kerja mendadak selanjutnya adalah untuk melanjutkan pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting terutama untuk menunjang karir dan mendapatkan hidup yang lebih baik. Alasan yang satu ini biasanya menjadi alasan yang kuat dan tidak dipermasalahkan oleh pihak perusahaan.

Bahkan, beberapa perusahaan cukup terbuka dengan memperbolehkan karyawannya mengambil pendidikan sembari bekerja. Tawaran yang cukup menyenangkan tentunya, apalagi jika Anda merasa betah dengan lingkungan di pekerjaan Anda.

3. Tidak sesuai dengan pendidikan

Alasan lainnya adalah tidak berada di jalur yang tepat karena harus melakukan pekerjaan lintas bidang. Lintas bidang menuntut seorang karyawan untuk serba bisa dan belajar lebih keras lagi agar mampu mendapatkan target sesuai yang atasan minta.

Dalam hal ini, tidak jarang karyawan diminta melakukan beberapa pekerjaan sekaligus yang jauh dari latar pendidikan yang ia kuasai. Hal ini tentu mendatangkan rasa depresi tersendiri.

4. Tidak mendapatkan jabatan yang baru

Jabatan yang lebih tinggi merupakan salah satu tujuan staff atau para pekerja dalam menjalankan tugas mereka dengan baik. Mereka berharap jika jabatan yang lebih tinggi bisa mereka dapatkan setelah bekerja dengan baik dan menunjukkan kesetiaan mereka kepada perusahaan. Sayangnya, beberapa justru tak segera mendapatkan kenaikan jabatan sehingga merasa kurang dihargai pekerjaan hingga kesetiannya.

5. Beban pekerjaan yang berlebihan

Beban pekerjaan yang berlebihan juga menjadi salah satu alasan berhenti kerja yang banyak terjadi.. Apalagi jika gaji yang mereka dapatkan cenderung sedikit dan tidak sebanding dengan usaha dan pekerjaan yang mereka lakukan untuk pekerjaan.

6. Jenuh dengan pekerjaan

Jenuh merupakan salah satu perasaan yang bisa saja muncul saat telah melakukan hal yang sama dalam waktu yang lama. Akhirnya, mereka yang memilih untuk mencari sesuatu yang baru rela melepaskan pekerjaannya yang sekarang akibat kejenuhan tersebut.

Ada banyak alasan berhenti kerja, seperti di atas. Keluar dari pekerjaan merupakan hal yang memang wajar, apalagi jika Anda merasa merasa tidak betah dan tidak cocok berada di lingkungan kerja tersebut. Namun, pastikan jika tanggung jawab Anda sudah selesai sebelum memutuskan untuk resign ya.